Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Provinsi Maluku, Dr. Abidin  Wakano
Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Provinsi Maluku, Dr. Abidin Wakano

BERITABETA.COM, Ambon - Dalam rangka implementasi  instrumen akreditasi satuan pendidikan (IASP 2020) hasil revisi, maka Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Provinsi Maluku menggelar penguatan terhadap tenaga asesor lama secara daring.

Ketua BAN S/M Provinsi Maluku, Dr. Abidin Wakano, kepada beritabeta.com di Ambon menerangkan, penguatan terhadap tenaga asesor ini dilaksanakan pada 4-5 Juni 2021. Kegiatan ini diikuti oleh 57 orang tenaga asesor lama.

“Mereka yang ikut penguatan ini adalah para tenaga asesor lama yang pernah diwajibkan mengikuti uji kompetensi secara nasional dan secara daring pada 2020 lalu dan dinyatakan lulus,” jelas Abidin Wakano.

Sementara itu, para peserta yang akan ikut diklat pada 11-15 juni 2021 adalah calon asesor yang baru lulus seleksi dan uji kompetensi nasional secara daring pada awal tahun 2021 yang berjumlah 55 orang.

“Diklat ini juga berlangsung secara daring dengan tim pengajar dari BAN SM Pusat dan BAN SM Provinsi Maluku,” ungkapnya.

Penguatan dan diklat untuk para tenaga asesor dan calon asesor diharapkan bisa melahirkan asesor yang handal, profesional dan berintegtitas tinggi.

Dalilnya, karena asesor adalah ujung tombak dalam pelaksanaan visitasi. Apalagi sejak masa pandemi 2020 pelaksanaan visitasi berlangsung secara daring.

Hal ini meniscayakan para asesor dan calon asesor dapat terus mengasah kompetensinya. Sebagaimana moto BAN SM: Akreditasi yang bermutu untuk pendidikan yang bermutu.

“Pesan kami untuk para calon asesor agar dapat mengikuti diklat nanti secara penuh. Sebab walaupun sudah lulus seleksi, tetapi tidak ikut diklat, tidak bisa menjadi asesor,” tegasnya.

Karena, menurut dia, melalui diklat ini para calon asesor bisa memahami fungsi dan peran sebagai asesor, tahu mekanisme, kebijakan, serta punya kemampuan dalam membuat laporan, rekomendasi, serta norma dan kode etik asesor.

“Peserta bisa memperoleh sertifikat jika dinyatakan telah lulus diklat,” tandasnya. (BB-RED)