Parpol di Tengah Maraknya Kekecewaan Publik, Bagaimana Solusinya?

Hal ini yang kemudian memunculkan realisasi program jauh dari harapan rakyat, sehingga rakyat semakin kecewa bukan hanya terhadap perwakilan tersebut melainkan juga pada partainya. Idealnya partai harus menghadirkan perwakilan berkualitas yang selaras dengan animo serta harapan rakyat di akar rumput.
Kelima aspek itu yang membuat masyarakat kecewa terhadap partai politik sekarang ini, dan cenderung antipati mengikuti pesta demokrasi alias Golput di masa mendatang.
Golput merupakan tantangan tersendiri bagi suksesnya jalannya demokrasi. Olehnya itu, pertanyaannya adalah bagaimana solusinya? Bagaimana mengembalikan kepercayaan publik terhadap partai politik?
Kekecewaan yang timbul dari masyarakat terhadap partai politik adalah karena sistem lingkungan di dalam partai yang diterapkan terlalu dominan ke arah negatif. Karena itulah, solusinya bukan memperbaiki situasi lingkungan demokrasi di luar partai, melainkan sistem lingkungan demokrasi di dalam tubuh partai itu sendiri.
Perubahan sistem lingkungan di dalam tubuh partai akan berimplikasi pada perubahan perilaku anggota partai. Hal ini yang nantinya membuat sistem demokrasi berjalan maksimal dan lebih substantif di Indonesia, sehingga membuat masyarakat tidak kecewa terhadap partai.
Ada dua area yang semestinya harus diperbaiki dan diterapkan sehingga terbentuk sistem lingkungan demokrasi di dalam tubuh partai. Pertama, setiap partai harus menerapkan sistem lingkungan demokrasi saat memilih kandidat yang nantinya mau dijadikan pejabat publik.
Proses pemilihan harus melibatkan semua pihak, bukan hanya pengurus partai apalagi elit oligarki, tapi juga partisipasi masyarakat pemilih. Hal ini yang membuat proses saling koreksi berjalan efektif sebelum memutuskan siapa kandidat yang paling ideal yang nantinya hadir di tengah-tengah masyarakat menjadi pejabat publik. Dengan kata lain, 'public figure' yang dihadirkan partai tidak melalui proses yang instan, melainkan lebih substantif.
Kedua, partai harus menghadirkan sistem lingkungan yang lebih demokratis dalam suksesi kepemimpinannya. Fakta di lapangan, pimpinan partai politik selalu dipegang elit-elit oligarki, bahkan tak jurang juga pimpinan partai tidak punya masa jabatan.
Partai selalu dipimpin oleh seorang yang tidak pernah tergantikan. Bahkan, setiap kali pemilihan pimpinan partai selalu muncul kandidat tunggal. Sistem lingkungan seperti ini yang harus diubah.
Idealnya, dalam suksesi pimpinan partai harus melibatkan juga pertimbangan masyarakat, bukan hanya internal pengurus partai. Perubahan sistem lingkungan seperti ini yang memungkinkan masyarakat percaya terhadap partai politik.