Dari data tersebut, dapat dijelaskan bahwa, persentase PDIP masih menjadi partai yang dominan. Kemudian Gerindra, dan Golkar, yang tidak kalah besar peningkatan suaranya adalah Partai Demokrat, Demokrat mampu menyodok di urutan keempat hasil survei, padahal kalau kita lihat di Parlemen, Demokrat urutan keenam setelah PDIP, Golkar, Gerindra PKB, dan Nasdem.

Peningkatan Demokrat ini disebabkan oleh beberapa alasan, pertama, tokoh – tokoh Demokrat di wilayah dan daerah banyak yang bergerak di bawah menyapa publik, Demokrat berhasil mengkapitalisasi isu-isu perubahan dan perbaikan yang terus didengungkan seiring beban rakyat yang semakin tinggi di dalam kepemimpinan presiden Jokowi dan partai koalisi.

 

Kemudian apa yang menyebabkan pilihan itu terjadi, ternyata masyarakat Jawa tidak disebabkan hanya oleh satu variable saja yang kemudian mempengaruhi pilihannya; tetapi ada beberapa sebab yang mempengaruhinya yaitu sebagai berikut: tokoh partai (33,6%), ikut keluarga (15,4%), Lingkungan organisasi (14,1%), relawan (11,5%), idiologis (10,5%), ikut teman (5,7%), lainnya (5,7%).

4. Popularitas dan Elektabilitas Kandidat Calon Presiden

Untuk melihat popularitas aktor politik yang potensial untuk berkompetisi dalam pemilihan presiden mendatang tahun 2024, tampaknya masih didominasi oleh tokoh-tokoh partai dan pejabat publik, sebagaimana posisi mereka tergambar dari pandangan masyarakat berikut:

Prabowo Subianto (94,7%), AHY (91,2%), Anies Baswedan (90,7%), Sandiaga Uno (90,0%), Ganjar Pranowo (89,0%), Ridwan Kamil (88,0), Puan Maharani (85,3%), Erick Thohir (81,1%), Muhaimin Iskandar (74,5%), Khofifah (73,7%), Airlangga Hartarto (71,1%), dan Andika Perkasa (65,2%)