Aspirasi dan Peta Elektabilitas Parpol serta Capres-Cawapres 6 Provinsi di Pulau Jawa

Kemudian kami juga memiliki simulasi dengan 3 pasangan capres-cawapres, angka persentase dapat dilihat sebagai berikut; Anies-AHY (28,7%), kemudian Ganjar-Puan (27,6%), dan disusul Prabowo-Muhaimin (22,4%), serta yang belum menentukan (21,3%).
Tingkat belum menentukan menyusut karena masyarakat menilai idealnya capres dan cawapres adalah 3 pasangan. Kemudian dapat dilihat ada kenaikan grafik pada Anies-AHY, hal ini karena pendukung dari Andika (pada simulasi 4 pasangan) banyak yang bergeser ke pasangan Anies-AHY.

Kemudian pada simulasi 2 pasangan capres-cawapres yang menampilkan pasangan Anies-AHY dan Ganjar-Puan. angka persentase Anies-AHY lebih unggul daripada Ganjar-Puan. Anies-AHY memiliki angka (44,3%) dan Ganjar-Puan (38,9%), kemudian yang belum menentukan (16,8%).
Potensi terbuka lebar karena pendukung Prabowo menilai kelayakan pada presiden itu ke Anies Baswedan dan AHY mampu melengkapi sebagai pasangan yang Ideal.
Sedangkan pasangan Ganjar-Puan dengan persentase tersebut karena muara suara dari pasangan tersebut sama. Kemudian puan sebagai wakil calon presiden belum mampu meningkatkan suara bersama ganjar.

Temuan risetnya bila dilihat dari sebaran elektabilitas bagi kandidat pasangan calon presiden-wakil presiden ini dapat dibaca pada dukungan dari pemilih partai politiknya. Temuan itu sebagai berikut:
1. Anies-AHY dipilih oleh masyarakat dari pilihan partai politik; Golkar (38,3,) PKB (38,9%), Demokrat (66,7%), PDIP (3,7%), Gerindra (40,9%), Nasdem (44,3%), PKS (57,8%), PAN (62,3%), PPP (54,4%)
2. Ganjar-Puan dipilih oleh masyarakat dari pilihan partai politik; Golkar (43,4%) PKB (51,1%), Demokrat (13,7%), PDIP (58,7%), Gerindra (46,1%), Nasdem (35,6%), PKS (26,3%), PAN (27,7%), PPP (31,1%) (*)