BERITABETA.COM, Ambon – Tim Penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku tengah mendalami materi kasus dugaan tindak pidana korupsi seputar proyek pembangunan Jalan Rambatu Manusa Kecamatan Inamosol Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku senilai Rp31 Miliar.

Asisten Intelijen atau Asintel Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Muji Martopo membenarkan proses pedalaman kasus ini tengah dilakukan oleh tim jaksa penyelidik.

“Saat ini memperdalam materi yang sudah kita peroleh dari para pihak terkait yang telah kita panggil,” jelas Asintel Kejati Maluku Muji Martopo, saat dimintai konfirmasinya oleh Beritabeta.com di Ambon pada Minggu, (16/01/2022).

Menyinggung adakah pihak terkait lainnya yang sudah dipanggil guna dimintai keterangan lanjutan? hal tersebut diakui oleh Asintel.

Dia menyebut calon saksi berikut yang dipanggil oleh jaksa penyelidik adalah rekanan atau kontraktor dari PT Bias Sinar Abadi. Kontraktor ini yang mengerjakan proyek jalan Rambatu Manusa.

“Rekanannya itu rencananya dipanggil untuk dimintai keterangan dalam minggu atau pekan ini,” ungkapnya.

Asintel meminta para awak media untuk mengikuti proses penyelidikan kasus ini. “Proses penyelidikan kan masih jalan, jadi teman-teman [wartawan] ikuti saja perkembangannya ya,” timpalnya.

Sebelumnya sebanyak 15 orang atau pihak terkait dengan kasus ini telah dipanggil dan diperiksa oleh tim jaksa penyelidik Kejati Maluku.

Namun keterangan para terperiksa masih dirahasiakan oleh Asintel Kejati Maluku. Dia belum dapat menjelaskan perkembangan kasus ini lebih jauh.

Alasannya, masih proses penyeldikan. “Jadi ikuti saja prosesnya,” tukas Muji Martopo.

Pekerjaan jalan sepanjang 24 kilometer oleh PT Bias Sinar Abadi tersebut sarat masalah. Indikasinya ada penyelewengan. Ihwal itu tengah didalami oleh jaksa.

Pasalnya, proyek pembangunam jalan Rambatu Manusa Kecamatan Inamosol Kabupaten SBB tahun anggaran 2018 sebesar Rp31 miliar tersebut hingga kini terbengkalai.

Bahkan sebagian fisik pada ruas atau sisi jalan tersebut telah rusak. Fatalnya, anggaran sudah cair 100 persen.